Tawarkan Paket Mollusca Untuk Pembelajaran

Posted: November 12, 2010 in Edukasi

Museum Zoologi  Frater Vianney ,BHK

Umumnya, mayoritas pengunjung yang bertandang ke museum lebih didominasi anak-anak sekolah terutama tingkat SD. Bahkan dalam bulan tertentu, SD yang berkunjung ke museum bisa mencapai 20 sekolah per bulan. Meski dikalangan masyarakat umum tidak begitu populer namun dikalangan sekolah, museum zoologi Vianney telah mendapat tempat dihati para siswa sekolah. Museum zoologi Vianney sendiri pun menyediakan kegiatan belajar yang dinaamakan paket belajar mollusca bagi para pengunjung mulai dari tingkat taman kanak-kanak  sampai perguruan tinggi atau umum. Dalam paket belajar mollusca tersebut, pihak sekolah dapat memilih materi sesuai dengan  kebutuhan sekolah. Biasanya, sebelum mendapatkan materi, para siswa akan mengisi soal pre-test. Begitu juga setelah selesai mendapatkan materi, para siswa kembali mengisi post-test untuk membandingkan kemampuan mereka sebelum dan sesudah mengikuti paket belajar mollusca. Dalam kegiatan belajar tersebut para siswa akan dibimbing oleh tentor yang disediakan museum zoologi. Selama kurang lebih 1,5 jam, para siswa akan diajak mengenal lebih dekat tentang dunia flora serta fauna (satwa). Selain materi indoor, terkadang para siswa sekolah juga mendapat materi outing serta melakukan outbond. Tentu saja, outing dan outbond disesuaikan dengan kebutuhan sekolah yang bersangkutan. Untuk outing sendiri, pihak museum akan mnyediakan tentor tambahan untuk mendampingi para siswa dalam belajar. Sedangkan untuk outbond, biasanya para siswa akan diajak ke Coban Rondo. ”Untuk mengikuti paket belajar mollusca dihari efektif, tiap anak akan dikenakan biaya belajar sebesar 10 ribu rupiah dan akan mendapatkan topi serta lembar isian,” jelas Denise Resianini,pengelola museum. Denise pun menerangkan bahwa biaya yang dikenakan itu bukan biaya tiket masuk sebagaimana umumnya taman rekreasi karena biaya tersebut akan kembali lagi kepada para pengunjung (siswa sekolah). Sedangkan jika pihak sekolah menghendaki paket belajar mollusca diluar pukul 07.00 – 13.30 wib, maka akan dikenakan biaya overtime kantor dan pegawai yang harus ditanggung sekolah yang bersangkutan. Pihak museum sendiri juga menyediakan paket hemat berupa diskon khusus untuk rombongan lebih dari 40 orang. Ternyata, pengunjung yang mengikuti paket belajar mollusca ini tidak hanya dari Malang namun juga berasal dari luar kota seperti Ngawi, Jember, Surabaya, Pasuruan dan Probolinggo. Sedangkan beberapa sekolah di Malang yang mengagendakan kunjungan rutin ke museum zoologi Vianney adalah SD Anak Saleh, TK Wonder Bridge, sekolah Kalam Kudus serta SMPN I Malang. Denise juga menerangkan jika dalam proses kegiatan belajar terhadap anak-anak sekolah terutama tingkat SD, pihak museum menerapkan metode konstruktifiktif. Dalam metode yang tidak lazim tersebut sebagaimana metode belajar disekolah, semua anak yang datang ke museum untuk belajar dianggap sebagai scientists. Maksudnya, anak-anak yang belajar tidak hanya sebagai objek pembelajaran. Penggunaan metode konstruktifiktif inilah yang terkadang merepotkan para tentor yang mengajar. Bahkan tidak jarang beberapa tentor mengundurkan diri karena belum siap menghadapi anak-anak yang aktif bertanya. ”Jangan dikira bahwa anak-anak SD kemampuannya hanya sebatas itu saja, terkadang pertanyaan yang diajukan sangat kritis dan menyamai mereka yang kuliah,’’pungkasnya. (dewi sartika)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s