Perdayakan Blog Sebagai Citizen Journalism

Posted: November 18, 2010 in Berita

 

Maraknya citizen journalism (jurnalisme warga negara) di Indonesia akhir-akhir ini ternyata menarik minat seorang dosen Universitas Muhammadiyah Malang,Nurudin. Ketertarikan itu akhirnya dituangkan dalam sebuah buku berjudul “Citizen Journalism Sebagai Katarsis Baru Masyarakat”. Pada bedah buku tersebut yang digelar Kamis (4/11) di aula bawah masjid UMM,Nurudin mengungkapkan bahwa buku karangannya tersebut merupakan hasil penelitiannya kurang lebih selama tiga bulan. Dalam penelitiannya tentang citizen journalism,Nurudin mengambil obyek tentang komunitas blogger.

“Katarsis itu sendiri artinya alat penyaluran karena ketertekanan. Nah,blog sendirikan sering digunakan untuk mengungkapkan uneg-uneg,”ungkap Nurudin saat mengawali sesi bedah buku. Ia pun menjelaskan blog sendiri bagian dari citizen journalism serta memiliki kekuatan yang sama dengan media mainstream (surat kabar,majalah) dalam mempengaruhi opini masyarakat. Selain itu dengan keberadaan citizen journalism,masyarakat juga turut aktif sebagai watchdog (anjing penjaga) bagi media mainstream.

Sementara itu,narasumber lain,Sam Ardi dari komunitas blogger Ngalam lebih banyak berbicara tentang keberadaan dan perkembangan citizen journalism serta seputar hukum dunia maya. “Citizen journalism itu tidak hanya terbatas pada blog saja tapi juga facebook dan twitter,”ucapnya. Sam Ardi pun menambahkan dalam hal penggunaan facebook,twitter dan blog,Indonesia selalu masuk sepuluh besar dunia. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia merupakan salah satu pengakses serta pengguna internet terbesar di dunia.

Iapun menambahkan,keberadaan social media online seperti blog dan sejenisnya adalah sarana menuju citizen journalism. Meskipun demikian,seringkali isi blog tidak sepenuhnya bisa dipercaya. “Blog merupakan sebuah tren yang validitasnya tidak bisa dipertanggungjawabkan,”ucap Sam Ardi. Maka,untuk itulah Sam Ardi menyarankan para blogger untuk memegang teguh tiga hal yakni etika berinternet,sumber berita dan dapat dipertanggungjawabkan. Disamping itu,sebaiknya jangan menyebut nama jika data tidak akurat,cukup gunakan inisal atau nama samara.

Terkait hal ini pula maka Abdul Muntholib (redaktur Radar Malang) yang turut hadir sebagai narasumber lain mengingatkan agar netters (pengguna internet) berhati-hati saat mempublikasikan tulisan termasuk di blog. Iapun mengungkapkan agar orang lain tertarik untuk membaca tulisan di blog maka tulisan tersebut haruslah sesuatu yang luput oleh media alias tidak dapat diliput oleh TV. Selain itu,tulisan blog juga harus menang dalam hal keakuratan dan angle-angle tulisan maupun data.

Menjelang berakhirnya acara,pria asal Jombang tersebut pun menyayangkan tidak adanya pembahasan tentang sisi negatif para blogger dalam “Citizen Journalis Sebagai Katarsis Baru Masyarakat”. Dilain pihak, Nurudin juga mengkritik banyaknya media massa yang mencantumkan rubrik citizen journalism padahal isinya lebih kearah opini penulis. Pada kesempatan yang sama pula,selaku penulis,Nurudin pun berharap buku ini mampu menjadi pemicu bagi penelitiann lain yang lebih mendalam tentang blog. (dewi sartika)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s