Anggotanya Capai 12 Ribu Orang

Posted: Desember 28, 2010 in Inspiratif

Perpustakaan swadaya “Anak Bangsa”

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Asal ada niat dan kemauan pasti ada jalan untuk mewujudkannya. Salah satunya adalah apa yang dilakukan oleh Eko Cahyono. Melalui sosok inilah Perpustakaan Anak Bangsa ada dan bisa bertahan hingga saat ini. Terletak di Desa Sukopuro Kecamatan Jabung Kabupaten Malang,keberadaan Perpustakaan Anak Bangsa ini ternyata memiliki peranan penting bagi masyakarat setempat.

“Perpustakaan ini mulai ada antara Agustus-September 1998 lalu,”ucap Eko. Awalnya,perpustakaan ini berada di rumah orangtua Eko sampai akhirnya pindah ke beberapa rumah kontrakan yang disewanya. Kini,menempati lahan pinjaman yang berada dekat kuburan. Tampilan fisik bangunan yang ada sekarang terbilang sangat sederhana. Hanya beratapkan dan berdinding bambu serta beralaskan tanah yang ditutupi oleh karpet bewarna merah.Bagian dalam bangunan ini penuh rak-rak buku yang tertata rapi.

Menurut Eko,sampai saat ini koleksi buku yang dimiliki Perpustakaan Anak Bangsa mencapai kurang lebih 26 ribu buku. Buku-buku yang ada umumnya berasal dari sumbangan masyarakat yang ada didaerah Malang. Selain itu,buku yang tersedia pun terdiri dari berbagai jenis mulai untuk anak kecil sampai orang dewasa. Eko sendiri mengakui jika salah satu alasan untuk mendirikan perpustakaan ini adalah untuk menumbuhkan minat baca warga Desa Sukopuro. Butuh waktu tiga tahun bagi Eko untuk mengajak warga desa agar mau membaca.

Kini,pengunjung yang datang ke Perpustakaan Anak Bangsa tidak hanya berasal dari Sukopuro saja tapi juga warga desa sekitarnya. Bahkan tak sedikit datang dari Kota dan Kabupaten Malang. Tiap hari perpustakaan ini mendapat kunjungan sekitar 100-150 orang. Ekopun menambahkan saat ini anggota Perpustakaan Anak Bangsa telah mencapai sekitar 12 ribu orang yang berasal dari 37 desa. “Nggak ada persyaratan khusus untuk menjadi anggota,kalau mau pinjam buku cukup dicatat dibuku saja,”jelasnya. Tidak hanya itu saja,Eko juga tidak membatasi jumlah buku yang akan dipinjam dan waktu pengembaliannya.

Kiprah Eko bersama Perpustakaan Anak Bangsa ternyata menarik sejumlah kalangan. Hal ini terbukti dengan diikutsertakannya perpustakaan ini dalam beberapa kompetisi. Bahkan tak jarang pula meraih penghargaan seperti piala Nugra Jasadharma Pustaloka 2010 yang diadakan Perpustakaan Nasional RI Jakarta. “Waktu Nopember lalu aku dikunjungi oleh ajudan Mendiknas untuk diikutkan pada perlombaan,”jelas Eko perihal awal mula partisipasinya dalam perlombaan tersebut. Berkat kiprahnya inipula seringkali Eko diundang ke sejumlah acara di stasiun televisi.

Sayangnya,meski pamor Eko beserta Perpustakaan Anak Bangsa telah dikenal masyarakat luas bukan berarti keberadaan perpustakaan ini tanpa masalah. Belum adanya tempat permanen yang dimiliki Eko membuat Anak Bangsa kerap pindah tempat. Bahkan saat ini,pemilik lahan yang ditempati Perpustakaan Anak Bangsa meminta Eko untuk segera pindah. Dampaknya,Eko pun untuk sementara waktu menutup Perpustakaan Anak Bangsa bagi para pengunjung.

Tidak hanya itu saja,Eko juga harus memikirkan biaya operasional perpustakaan yang setiap bulan menghabiskan sekitar 300 ribu rupiah. Hal ini tentu saja menjadi masalah tersendiri mengingat Eko sendiri tidak memiliki pekerjaan tetap. Menyiasati hal tersebut,Ekopun sering menggunakan uang hadiah dari kompetisi yang diikutinya. Tak jarang pula bantuan dari para dermawan juga turut mengalir. “Waktu itu pernah wakil dari Bank Indonesia Kota Malang kesini menyerahkan uang 1 juta rupiah setelah melihat penampilanku di Kick Andy,”ujarnya.

Kini Ekopun patut bersyukur karena kiprahnya dalam merintis Perpustakaan Anak Bangsa telah menginspirasi banyak orang untuk melakukan hal serupa. Menurut Eko beberapa kenalannya bahkan telah memulai membangun perpustakaan didaerahnya masing-masing. Termasuk kenalannya yang berada di Lumajang. Selain itu,Eko juga kerap memberikan bantuan buku-buku kepada mereka yang hendak meniru kiprahnya. Ekopun mempersilakan bagi siapa saja yang memerlukan sumbangan buku untuk datang kepadanya. (dewi sartika)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s