Belajar Politik Lewat Game

Posted: Desember 28, 2010 in Edukasi

Kemajuan teknologi yang melanda sendi-sendi kehidupan ternyata berimbas pula terhadap berbagai jenis permainan(game). Namun selama ini anggapan yang lebih berkembang jika game hanya akan membuat orang malas melakukan aktivitas lain. Bahkan tak jarang menyebabkan seseorang kecanduan. Anggapan ini tentu saja tidak berlaku pada setiap orang. Walaupun secara umum game memang memiliki efek buruk namun tak sedikit pula ada nilai positif yang dapat diambil ketika bermain game. Aneka jenis game yang ada saat ini pun tidak lebih dari hasil evolusi teknologi. Salah satu orang yang mencoba menyikapi keberadaan game secara bijak adalah Ahmad Subhan. Hal ini tentu tidak mengherankan karena lajang yang akrab disapa Subhan ini merupakan pecinta game. “Pertama kali aku mengenal game itu ketika kelas 3 SD. Saat itu lagi marak dingdong,”tuturnya mengawali pembicaraan.

Seiring dengan evolusi teknologi game, Subhan pun mulai melirik dan mencoba jenis-jenis permainan lain yang lebih canggih. Iapun tertarik dengan Playstation (PS) yang saat itu sedang booming. Pemuda asal Malang Selatan ini mengaku pada awalnya ia tidak bisa memainkan PS. Namun berkat jasa baik teman-teman yang mengajarinya, akhirnya Subhan menguasai teknik bremain PS. Untuk jenis PS sendiri, lakik-laki berzodiak capricorn ini lebih sering menjajal jenis PS 1 dan PS 2. “Kalau PS 3 nggak pernah karena harganya mahal,” jelasnya. Bahkan dengan terus terang, ia mengaku sempat menjadi pecandu PS ketika SMA kelas 3. Saking cinta matinya terhadap PS, jelang ujian nasional keesokan harinya, ia lebih memilih ber-PS-an rian ketimbang belajar.

Namun kecintaan Subhan terhadap PS pun akhirnya harus terbagi. Sejak mengais rupiah sehari-hari sebagai teknisi disebuah toko komputer, iapun mulai bersentuhan dengan game online. Tepatnya pada tahun 2005 silam. Meskipun begitu, ketika diminta untuk memilih antara PS dan game online, pemuda yang selalu merayakan ultah pada 5 Januari ini lebih menjatuhkan hatinya ke PS. Menurut lulusan D1 administrasi ini, bermain PS itu lebih mengasyikkan karena ada partner tanding. Sebenarnya hal ini tidakk jauh berbeda dengan game online. Hanya saja, Subhan menjelaskan bahwa untuk game online jauh lebih rumit karena harus ada jaringan komputer yang sama untuk mencari partner tanding.

“Kalau main game online sendiri nggak asyik karena kurang greget. Apalagi kalau pas menang. Ada gregetnya tapi ya itu datar-datar aja,” jelasnya lebih rinci tentang kekurangan game online. Walaupun game sudah menjadi bagian dari hidupnya, namun kegemarannya yang satu ini masih bisa diatur dengan baik. Jika dulu semasa masih menjadi pecandu PS ia bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk membunuh kejenuhan. Namun saat ini Subhan hanya akan bermain PS kalau ada waktu luang. Ia pun sempat bercerita tentang rekor terlamanya bermain PS saat masih menggandrungi permainan itu. “Ketika itu aku bermain PS mulai dari jam 9 malam sampai jam 4 pagi,” ucapnya dengan senyum terkulum.

Ketika ditanya mengenai anggaran khusus yang dikeluarkan untuk bermain game, anak ke 3 dari 5 bersaudara ini tidak menjawab dengan pasti. “Yang jelas, kalau main PS biasanya di rumah dan game online pas lagi kerja di toko,” jawabnya. Bagi pemuda yang pernah menjadi juara 3 Wushu Sanshou 2009 tingkat propinsi Jatim ini, game yang paling menyenangkan untuk dimainkan adalah game strategi. Maka tidak mengherankan jika Subhan mempunyai banyak game strategi yang menjadi favoritnya, seperti Empire Earth, Age of Empire, Red Alert, Winning Eleven dan Need for Speed. “Aku lebih suka game yang lebih kearah berpikir alias pake otak,” katanya mengemukakan alasan memilih game strategi. Setidaknya dimata lelaki penyuka ayam goreng ini game strategi memliki nilai lebih dibandingkan jenis game lainnya. Hal ini pulalah yang secara tidak langsung mempengaruhi profesinya sebagai teknisi. Terkadang ketika sedang mengutak-atik komputer, ia lebih sering berpikir terlebih dulu sebelum memutuskan mmeperbaiki hardisk komputer.

Bahkan Subhan pun tak segan untuk menganalogikan bermain game strategi ibarat membangun sebuah negara. Menurut pemuda yang sempat menimba ilmu di VEDC Malang ini, jika ingin belajar tentang politik cukup lewat game strategi. “Di game strategi itu seperti mendirikan negara. Mulai dari membangun perekonomian negara dengan mendirikan pasar dulu sampai mendirikan benteng sebagai pertahanan,” tukasnya. “Untuk itu kita dituntut agar berhati-hati dalam bertindak dan berrpikir dahulu sebelum memutuskan sesuatu,” lanjut aktivis Pemuda Muhammadiyah cabang Klojen ini. (dewi sartika)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s