Memahami Anak Melalui Dunia Totto-chan

Posted: Desember 28, 2010 in Resensi Buku

Inilah buku yang wajib dibaca oleh para pengajar dan orangtua. Buku yang karya Tetsuko Kuroyanagi ini merupakan sebuah kisah nyata yang dialami penulis ketika masih kecil. Menceritakan pengalaman penulis saat belajar di sekolah dasar. Melalui tokoh yang bernama Totto-chan yang tak lain panggilan kecil Tetsuko Kuroyanagi,penulis seakan ingin menyampaikan pesan bagaimana seharusnya seorang anak diperlakukan dengan baik. Buku ini dibuka dengan kisah Totto-chan yang dikeluarkan dari sekolah formalnya gara-gara sering berdiri didekat jendela kelas saat pelajaran berlangsung.

Ibu guru yang tak tahan dengan ulah Totto-chan pun akhirnya mengeluarkannya dari sekolah. Hebatnya lagi,ibu Totto-chan tidak memarahi gadis kecilnya itu dan memasukkannya ke sebuah sekolah informal. Di tempat barunya inilah Totto-chan akhirnya menemukan dunianya. Ia tidak lagi merasa terpenjara dengan sistem pendidikan yang membelenggu keingintahuannya sebagai anak kecil. Uniknya,sekolah baru Totto-chan yang bernama Tomoe Gakuen ini hanya terdiri dari beberapa gerbong kereta bekas yang dijadikan kelas. Tomoe Gakuen juga mendekatkan Totto-chan dengan alam serta berbagai karakter manusia.

Buku yang menjadi best seller di Jepang pada tahun 1982 ini merupakan nostalgia Tetsuko Kuroyanagi terhadap masa sekolahnya. Kumpulan cerita yang ada dibuku ini diperuntukkan untuk mengenang Sosaku Kobayashi,pendiri sekaligus kepala sekolah Tomoe Gakuen. Bagi Totto-chan sosok Mr. Kobayashi adalah sosok yang berani tampil beda dalam dunia pendidikan Jepang pada saat itu. Hal ini tercermin dari salah satu kisah dimana Totto-chan mencedok kotoran kakus demi mencari dompetnya yang terjatuh. Melihat hal tersebut,Mr. Kobayashi bukannya menawarkan bantuan tapi hanya bertanya apakah Totto-chan akan mengembalikan semua kotoran itu jika sudah selesai?. Selain itu,banyak pula dialog cerdas yang ditampilkan oleh tokoh-tokoh yang ada dibuku ini.

Sekolah Tomoe Gakuen merupakan salah satu dari sedikit sekolah informal yang ada di Jepang ketika itu. Sistem pengajaran sekolah itu memang bisa dikatakan ‘revolusioner’ untuk ukuran pada masanya. Bagaimana tidak,seting kisah ini terjadi pada tahun 1930-an jelang Perang Dunia II. Sekali lagi,sosok Sosaku Kobayashi-lah yang berada dibelakangnya. Inti pembelajaran yang ingin ditanamkan Mr. Kobayashi adalah bahwa anak dilahirka dengan watak baik dan lingkunganlah yang berpengaruh terhadap anak tersebut. Sama dengan teori tabularasa-nya John Locke. Selain itu ,Mr. Kobayashi juga menginginkan agar setiap anak tumbuh menjadi seseorang dengan kepribadian yang khas.

Banyak pelajaran moral dan budi pekerti yang tersaji dalam buku ini. Tidak mengherankan jika pada akhirnya buku ini menjadi bacaan wajib di sekolah-sekolah Jepang. Melalui isi buku ini pula seoah-olah kita diajarkan untuk melihat sisi lain dari seorang anak kecil. Keingintahuan yang biasa dimiliki seorang anak hendaklah dapat disikapi secara bijak. Tidak perlu menjustifikasi anak itu nakal hanya karena banyak bertanya dan melakukan hal-hal yang aneh menurut ukuran orang dewasa. Pada akhirnya buku Totto-chan ini bisa memberikan pencerahan terhadap pembacanya seputar dunia anak dan pendidikannya. (dewi sartika)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s