Perjuangkan Kaum Pinggiran Dengan Modal Nekad

Posted: Desember 28, 2010 in Sosok

Latar belakang keluarga yang tidak mampu ternyata mampu menginspirasi seseorang untuk memanfaatkan hidupnya bagi orang lain. Setidaknya hal ini tercermin dari sosok Mochammad Amrullah. Sabda Rasulullah yang berbunyi sebaik- baik orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain pun seakan menjadi pedoman hidup bagi pemuda yang akrab disapa Amru ini. Aktivitas hariannya pun tidak bisa dilepaskan dari anak-anak jalanan (anjal) dan kaum miskin. Bahkan Amru mengaku jika ia memulai aktivitasnya seperti ini hanya bermodalkan nekad semata.

Amru mulai bersentuhan dengan aktivitas sosial ini sejak tahun 2005 lalu. Kehidupan masa kecilnya yang sulit serta berasal dari keluarga miskin ini justru membuatnya makin menumbuhkan kepedulian sosialnya. “Dulu untuk bisa bertahan sekolah saja aku harus kerja dan aku sering dikeluarkan karena nggak mampu bayar. Makanya sekarang aku ingin anak-anak miskin agar bisa tetap sekolah,”ucap lelaki kelahiran Banyuwangi ini. Maka tidak mengherankan jika sejak lima tahun silam,Amru mulai aktif memperhatikan nasib anak-anak tidak mampu ini. Tahun 2005,iapun bersama tiga temannya berinisiatif mendirikan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Griya Baca. Di Griya Baca yang didirikannya ini Amru langsung memegang posisi ketua.

Melalui LSM ini Amru bersama reka-rekannya berusaha melakukan pemberdayaan dan perlindungan anak-anak terutama para anjal. Keberadaan pria yang masih tercatat sebagai mahasiswa hukum Universitas Merdeka (Unmer) Malang di Griya Baca inipun cukup lama,sekitar 3 tahun-an. Dipenghujung 2008 Amru lengser sebagai ketua LSM. Meskipun demikian bukan berarti lelaki kelahiran 1985 ini berhenti beraktivitas justru sebaliknya ia berusaha mencari tantangan lain. Ditahun yang sama pula,Amru mendirikan LSM Aliansi Masyarakat Miskin Malang (AMMM).

“Kalau AMMM ini jangkauannya lebih luas,mencakup anjal,pengemis dan pemulung,”jelas anak kedua dari tiga bersaudara ini. Bahkan bersama AMMM pula sepak terjang Amru lebih dahsyat. Beberapa kali AMMM sukses mengadakan aksi dengan mengajak anak-anak binaannya untuk memperjuangkan pendidikan gratis bagi kalangan tak mampu. Hasilnya pun tidak mengecewakan karena tuntutan AMMM akhirnya dipenuhi oleh pemkot Malang. Bahkan perjuangan Amru dan kawan-kawan pun sampai ke pengadilan tinggi negeri dan berhasil memenangkan perkara tuntutan.

Totalitas Amru terhadap aktivitas sosialnya ini pun tidak main-main. Hal ini dibuktikan dengan keputusannya untuk tinggal di daerah yang mayoritas warganya adalah kaum pinggiran. Menempati sebuah rumah kecil sederhana yang dikontraknya inilah Amru menghabiskan waktunya untuk berinteraksi dengan warga sekitar. Mantan aktivis KAMMI inipun menjadikan kediamannya sebagai markas AMMM sekaligus kegiatan sosialnya. Rencananya,ditempat barunya ini Amru akan mengadakan homeschooling untuk anak-anak di daerah sekitar tempat tinggalnya.

Amru sendiri mengaku tidak menemui banyak kesulitan saat bergaul dengan anak-anak. Apalagi ia sangat menyukai anak-anak kecil sehingga tidak mengherankan jika laki-laki yang lahir 10 Januari ini bisa cepat akrab dengan mereka. “Kalau bergaul dengan anak-anak,aku lebih banyak memposisikan diri sebagai teman curhat mereka terutama terkait masalah mereka,”tuturnya. Kecintaannya terhadap anak-anak pula yang membuat pria yang hobi renang ini bersama AMMM sukses mengratiskan 235 anak di sekitar kediamannya untuk mencicipi bangku sekolah.

Kini,selain sibuk dengan kegiatan sosialnya,Amru juga sedang berusaha untuk menyelesaikan kuliahnya yang sempat molor karena kesibukannya tersebut. Hebatnya untuk kuliah ini,ia tak perlu mengeluarkan biaya. “Karena nggak punya uang saat itu aku langsung menghadap rektor Unmer dan bilang kalau ingin kuliah tapi nggak ada biaya,”kenang lelaki yang mengaku membuka usaha kecil-kecilan untuk menyambung hidup. Iapun berusaha menerapkan ilmu hukum yang dipelajari untuk advokasi kaum pinggiran. (dewi sartika)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s