Tawarkan Wisata Alam dan Petualangan

Posted: Desember 28, 2010 in Wisata

Bumi Perkemahan Bedengan

Obyek wisata ini tergolong baru. Terletak di dataran tinggi,pengunjung akan merasakan udara segar dan dingin. Sejuh mata memandang,pengunjung akan dimanjakan pemandangan alam nan hijau. Termasuk saat melewati kebun jeruk yang terhanpar sepanjang jalan. Inilah bumi perkemahan Bedengan yang mengkombinasikan pemandangan dan petualangan.

Obyek Wisata Baru

Bedengan bisa dikatakan sebagai obyek wisata yang masih berusia muda. Baru dibuka pada tahun 2007 silam. Obyek wisata ini terletak di Dusun Selo kerto Desa Selorejo,Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Awalnya,tempat ini menjadi lahan pembibitan tanaman pohon yang biasa disebut bedeng yang dikelola Perhutani. Dari sinilah maka obyek wisata baru ini dinamakan Bedengan.

Perjalanan menuju obyek wisata Bedengan sendiri memakan waktu sekitar 45 menit dari Kota Malang. Begitu melakukan perjalanan ke tempat ini,pengunjung akan mendapati hamparan pemandangan hijau baik disisi kanan maupun kiri. Tidak hanya itu saja,pengunjung pun akan merasakan hawa sejuk begitu memasuki Desa Selorejo yang terletak didataran tinggi ini. Para pengunjung yang akan mendatangi Bedengan disarankan untuk menggunakan transportasi roda dua karena akses jalan yang kecil.

Selain itu,jalan agak terjal pun siap menyambut pengunjung. Saat memasuki sebuah gang kecil yang menjadi pintu utama Bedengan,pengunjung harus hati-hati karena jalan yang akan dilalui belum beraspal dan penuh dengan bebatuan. Apalagi jika habis turun hujan. Pintu masuk Bedengan sendiri hanya bisa dilalui motor dan bagi pengunjung yang membawa mobil maka harus jalan kaki dengan rute jalur menurun.

Memasuki obyek wisata Bedengan,pengunjung segera disambut pepohonan pinus yang banyak terdapat ditempat ini. Pengunjung tidak perlu untuk mengeluarkan uang untuk tiket masuk. Namun bagi pengunjung yang membawa motor akan dikenakan biaya parkir sebesar dua ribu rupiah. Status kepemilikan Bedengan sendiri dimiliki dan dikelola oleh Perhutani. Sedangkan untuk pengelolaan secara harian dibawah tanggung jawab Waliadi selaku anggota Lembaga Kemitraan Desa Pengelola Hutan (LKDPH). LDKPH sendiri merupakan lembaga yang berada di bawah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kabupaten Malang.

Menurut Waliadi,obyek wisata ini meliputi dua fungsi tempat. Hal ini bisa dimaklumi karena pada awalnya Bedengan ini adalah hutan kosong yang kemudian digunakan untuk bedeng pohon mahoni. “Untuk area kemah sendiri luasnya 2,5 hektar sedangkan untuk tempat bedeng sekitar 13,7 hektar,”jelas lelaki yang juga bekerja sebagai petani ini. Selama bertugas mengelola Bedengan,Waliadi dibantu sekitar 15 orang namun yang aktif hanya enam orang karena faktor usia.

Tempat Kemah dan Outbond

Sejak dibuka beberapa tahun silam,Bedengan telah banyak dikunjungi masyarakat. Umumnya para pengunjung berdatangan ke tempat ini pada Sabtu dan Minggu serta hari libur. Pengunjung yang datang pun lebih banyak berasal dari daerah Malang sendiri meski tak sedikit yang datang dari luar kota Malang seperti Surabaya. “Kalau pengunjung pada Sabtu dan Minggu bisa mencapai 70 orang tapi kalau hari-hari biasa kosong,”terang Waliadi.

Kondisi alam Bedengan yang hijau dan banyak dipenuhi pohon pinus serta dekat dengan sungai membuat banyak pengunjung memanfaatkannya sebagai tempat kemah dan outbond. Waliadi pun menjelaskan bagi para pengunjung yang akan berkemah maka sebelumnya harus meminta ijin terlebih dahulu. Selain itu akan dikenakan biaya Rp.2500 per orang. Tidak hanya itu saja,pengunjung yang akan berkemah pun diharuskan menaati peraturan untuk tidak merusak tanaman serta menjaga lingkungan. Jika ada kegiatan kemah maka Waliadi pun harus berjaga dimalam hari.

Bedengan memang representatif berkemah. Selain terdapat tanah lapang untuk kemah,Bedengan juga tak jauh dari sumber air berupa sungai. Tempat ini juga menyediakan sarana MCK meski dengan sarana terbatas. Pemandangan sekitarnya pun tak kalah menarik karena selain dikelilingi pepohonan,diseberang sungai juga terdapat banyak kebun jeruk yang makin menambah suasana asri Bedengan. Disamping itu juga ada beberapa gazebo yang dilengkapi tempat duduk.

Terkait manfaat Bedengan sendiri sebagai tempah kemah,diutarakan pula oleh Agung Wahyu Setiadi,salah seorang pengunjung. Mahasiswa Psikologi UMM bersama rekan-rekannya ini kebetulan sedang mengadakan acara outbond. ”Kami memilih Bedengan karena letaknya strategis dan tidak jauh dari kampus UMM. Selain itu juga tempatnya cocok untuk kegiatan outbond dan kemah,”ucapnya. Namun,anggota tim Bimbingan Konseling UMM ini juga menyayangkan digunakannya Bedengan oleh oknum masyarakat untuk berbuat hal yang tidak baik.

Keberadaan Bedengan sebagai obyek wisata yang kerapkali didatangi orang ternyata dimanfaatkan pula oleh warga sekitar. Salah satunya Tuni,warga Dusun Selokerto. “Saya mulai berjualan di Bedengan setelah Lebaran lalu,”tutur perempuan paruh baya ini. Warung Tuni terbilang sederhana dan menyediakan berbagai makanan kecil seperti gorengan dan snack serta minuman. Tentu saja keberadaan warung milik Tuni ini amat membantu para pengunjung saat perut tidak bisa diajak berkompromi lagi. (dewi sartika)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s