Archive for the ‘Berita’ Category

Menjelang pergantian tahun,Rumah Zakat Indonesia (RZI) memiliki agenda kegiatan yang diperuntukkan bagi warga kurang mampu. Acara yang direncanakan pada 25 Desember nanti bertepatan dengan perayaan Natal ini merupakan agenda tahunan yang diusung RZI Kota Malang. Mengusung tema Happy Family,kegiatan ini akan diprioritaskan kepada keluarga miskin yang ada di sekitar Kota Malang. Menurut salah seorang panitia,Rudeq Mochammad Yanuar,peserta yang akan mengikuti acara ini merupakan warga yang telah dibina oleh RZI Kota Malang.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menandingi acara Natal dimana pihak gereja kerap mengundang warga miskin untuk mengikuti perayaan Natal dengan iming-iming pemberian bingkisan sembako,”jelas pria yang akrab disapa Rudeq ini. Rudeq pun menambahkan hal ini tentu saja merupakan pendangkalan akidah sehingga perlu dibuat acara tandingan agar warga tidak mengikuti kegiatan Natal. Selain itu acara Happy Family ini sekaligus sebagai ajang silaturahin antara pihak RZI dengan warga binaan serta kalangan donatur.

Agenda kegiatan Happy Family ini sendiri pertama kali dilaksanakan tahun lalu dengan peserta sebanyak 30 orang dengan lokasi ditempat wisata Bedengan. Lelaki kelahiran Malang inipun mengakui jika acara tahun lalu serba mendadak sehingga persiapannya kurang optimal. “Untuk Happy Family 25 Desember nanti rencananya bertempat di Joglo Perpustakaan Universitas Malang (UM) dan berlangung dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore,”ucapnya. Sedangkan untuk target peserta sendiri,Rudeq menargetkan sekitar 150 orang yang berasal dari keluarga-keluarga binaan RZI Kota Malang.

Peserta kegiatan ini masih berasal dari daerah Kota Malang sendiri yang meliputi kelurahan Sukun,Bandulan dan Lowokwaru. Menurut Rudeq,nantinya para peserta tersebut akan dijemput oleh panitia yang memang menyediakan transportasi. Ketika ditanya mengenai konsep acara untuk 25 Desember nanti,Rudeq pun menjelaskan jika nantinya tiap peserta akan dibagi kedalam beberapa kelompok yaitu kelompok bapak,ibu dan anak. “Nantinya akan ada training motivasi dan perlombaan untuk para peserta,”jelas pria berkacamata ini. (dewi sartika)

 

Maraknya citizen journalism (jurnalisme warga negara) di Indonesia akhir-akhir ini ternyata menarik minat seorang dosen Universitas Muhammadiyah Malang,Nurudin. Ketertarikan itu akhirnya dituangkan dalam sebuah buku berjudul “Citizen Journalism Sebagai Katarsis Baru Masyarakat”. Pada bedah buku tersebut yang digelar Kamis (4/11) di aula bawah masjid UMM,Nurudin mengungkapkan bahwa buku karangannya tersebut merupakan hasil penelitiannya kurang lebih selama tiga bulan. Dalam penelitiannya tentang citizen journalism,Nurudin mengambil obyek tentang komunitas blogger.

“Katarsis itu sendiri artinya alat penyaluran karena ketertekanan. Nah,blog sendirikan sering digunakan untuk mengungkapkan uneg-uneg,”ungkap Nurudin saat mengawali sesi bedah buku. Ia pun menjelaskan blog sendiri bagian dari citizen journalism serta memiliki kekuatan yang sama dengan media mainstream (surat kabar,majalah) dalam mempengaruhi opini masyarakat. Selain itu dengan keberadaan citizen journalism,masyarakat juga turut aktif sebagai watchdog (anjing penjaga) bagi media mainstream.

Sementara itu,narasumber lain,Sam Ardi dari komunitas blogger Ngalam lebih banyak berbicara tentang keberadaan dan perkembangan citizen journalism serta seputar hukum dunia maya. “Citizen journalism itu tidak hanya terbatas pada blog saja tapi juga facebook dan twitter,”ucapnya. Sam Ardi pun menambahkan dalam hal penggunaan facebook,twitter dan blog,Indonesia selalu masuk sepuluh besar dunia. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia merupakan salah satu pengakses serta pengguna internet terbesar di dunia.

Iapun menambahkan,keberadaan social media online seperti blog dan sejenisnya adalah sarana menuju citizen journalism. Meskipun demikian,seringkali isi blog tidak sepenuhnya bisa dipercaya. “Blog merupakan sebuah tren yang validitasnya tidak bisa dipertanggungjawabkan,”ucap Sam Ardi. Maka,untuk itulah Sam Ardi menyarankan para blogger untuk memegang teguh tiga hal yakni etika berinternet,sumber berita dan dapat dipertanggungjawabkan. Disamping itu,sebaiknya jangan menyebut nama jika data tidak akurat,cukup gunakan inisal atau nama samara.

Terkait hal ini pula maka Abdul Muntholib (redaktur Radar Malang) yang turut hadir sebagai narasumber lain mengingatkan agar netters (pengguna internet) berhati-hati saat mempublikasikan tulisan termasuk di blog. Iapun mengungkapkan agar orang lain tertarik untuk membaca tulisan di blog maka tulisan tersebut haruslah sesuatu yang luput oleh media alias tidak dapat diliput oleh TV. Selain itu,tulisan blog juga harus menang dalam hal keakuratan dan angle-angle tulisan maupun data.

Menjelang berakhirnya acara,pria asal Jombang tersebut pun menyayangkan tidak adanya pembahasan tentang sisi negatif para blogger dalam “Citizen Journalis Sebagai Katarsis Baru Masyarakat”. Dilain pihak, Nurudin juga mengkritik banyaknya media massa yang mencantumkan rubrik citizen journalism padahal isinya lebih kearah opini penulis. Pada kesempatan yang sama pula,selaku penulis,Nurudin pun berharap buku ini mampu menjadi pemicu bagi penelitiann lain yang lebih mendalam tentang blog. (dewi sartika)